Marketing XL

Oh kasihan. Kawan sekamar saya sakit. Dan dia harus dilarikan ke rumah sakit. Dilarikan dalam arti yang sok kiasan, yang sebenarnya diantar pakai mobil. Betapa dia adalah orang kedua yang sekamar dengan saya, yang ternyata juga kena demam thypus. Dia KO setelah 3 bulan sekamar dengan saya. Korban pertama justru hanya bertahan 2 malam. Tumbang.

Kami datang sengaja tidak bawa buah tangan. Namanya orang sakit kan tidak boleh sembarang makan. Harus terjaga dan diawasi. Sakit itu penjara fisik yang sesungguhnya. Ini juga salah satu balasan karena dia tidak pernah ajak saya makan di luar. Sekarang dia harus makan di dalam. Kami pulang setelah selesai hajat kami menjenguk. Dan masuk ke agenda utama. Makan. Tersebutlah warung bakso yang menjelang tengah malam masih juga buka. Karena iba, kami mampir. Enggal juga sih, karena memang mau makan bakso. Continue reading “Marketing XL”

Marah

Saya adalah tipe orang yang berapi-api. Bisa tiba-tiba berubah mood dalam waktu sekejap. Pemarah adalah nama lain saya, dulu tapi. Sekarang masih suka marah, tapi dengan frekuensi yang jauh lebih sedikit. Saat SMA, istri saya (yang waktu itu masih belum punya hubungan istimewa sama saya) mengaku sempat benci dengan saya. Ya karena terkenal pemarah. Waktu kuliah juga sama, dia pernah bilang kalau kawan perempuan saya takut pinjam motor ke saya. Memang beberapa kali saya merasa sangat buruk. Emosi saya mudah sekali tersulut.

Merubah sifat memang jauh lebih susah daripada merubah status jomblo menjadi sold out. Butuh waktu yang sangat lama untuk bisa berhasil. Saya sendiri, butuh bertahun-tahun untuk mengurangi sifat pemarah saya. Caranya adalah melihat dengan sebanyak mungkin sudut pandang. Itupun masih juga sering kecolongan.

Continue reading “Marah”

Susilo.

Seorang kawan dengan tiba-tiba menjapri saya di whatsapp. Nasir. Ketua angkatan Fakultas Kehutanan IPB angkatan 45. Jadi HAPKA ke-17 akan berlangsung bulan September mendatang. Sebagai acara 4 tahunan, HAPKA selalu dinantikan oleh angkatan-angkatan tua Rimbawan IPB. Sebagai ajang untuk bersilaturahim sekaligus memupuk ingatan biar terus hidup. Secara alami, momen HAPKA membuat tim redaksi majalah Forest Digest mengabadikan melalui edisi khususnya. Salah satunya adalah memuat memori semasa kuliah mulai dari angkatan pertama hingga sekarang. Itulah yang membuat Nasir menghubungi saya. Beliau meminta saya untuk membuat tulisan tentang kenangan semasa di Fahutan. Sebenarnya, saya tidak terlalu banyak ikut kegiatan fakultas, makanya di awal percakapan saya sedikit menolak halus dengan alasan tanya dulu ke kawan-kawan yang lain. Siapa tau mereka ada yang lebih kompeten. Mungkin karena kesibukan masing-masing yang gak bisa ditinggal, kawan-kawan tidak punya waktu untuk menulis. Ya akhirnya dengan legowo, saya terima tawaran Nasir untuk menulis. Kan, saya banyak nganggurnya. Jadi ya bisa tiap saat nulis. Dibantu Jun Harbi, akhirnya kami menentukan temanya adalah BCR (tulisannya nanti akan saya posting setelah Tim Forest Digest menerbitkan majalah edisi khususnya). Di tengah jalan saat saya nulis tentang BCR inilah, tiba-tiba saya ingat dengan Susilo. Seorang kawan yang unik. Yang sering kami dzolimi. Continue reading “Susilo.”

Lebaran dan Lalapan

Alhamdulillah.

Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Laa illaha illallah huwaallahuakbar. Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Suara Takbir menjadi pembeda di malam itu. Setelah kurang lebih 30 hari selepas adzan isya suara pujian sekaligus niat untuk puasa esok hari selalu menghiasi dan mengundang jamaah di sekitar masjid. Tak ketinggalan suara bedug yang dipukul mengeluarkan suara yang nyaring, menjadi bukti bahwa dilakukan dengan pukulan yang penuh semangat dan gembira. Ya, hari kemenangan telah tiba. Hari kemenangan dari perintah menahan hawa nafsu selama sebulan di siang hari dan memperbanyak amalan saleh di malam hari. Tahun 2009 saya masih menyandang gelar mahasiswa tingkat pertama, yang pasti merayakan Idul Fitri di kampung halaman bersama keluarga. Belum seperti sekarang, setahun pulang lalu tahun depan jaga kandang.

Seperti umat muslim lain di kampung saya, bahkan di seluruh dunia, setelah bangun dari tidur saya menyempatkan untuk minum segelas air. Sunnah rasul untuk menandai bahwa pagi itu umat Muhammad sudah mengakhiri puasa. Dilanjutkan dengan mandi besar dalam rangka menyambut Idul Fitri, lalu menyusul 2 rakaat subuh. Pukul 05.30, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya dan keluarga berdiri di jalan depan rumah untuk menunggu keluarga besar berkumpul, lalu berangkat bersama-sama ke Masjid. Sungguh kebersamaan yang indah, yang boleh dibilang hanya terjadi setahun sekali. Lokasi Masjid di desa saya tak begitu jauh, hanya hitungan langkah sudah sampai di pelataran yang sudah diberi alas terpal untuk mengakomodir melonjaknya jamaah Sholat Ied.

Continue reading “Lebaran dan Lalapan”

Selamat Jalan Environment Legendaris: Om Regy

Entah kenapa saya tiba-tiba kepikiran untuk menulis ini. Mungkin adalah salah satu rasa gembira, ikut gembira, yang harus dirayakan. Jadi mulanya, tadi setelah geser-geser layar facebook, sekilas saya lihat status kawan saya di Obi (nama sebuah pulau di Maluku Utara paling selatan) membikin postingan kalau Junjungan Besar Baginda Regy Kurniawan resign. Iya, saya tidak sedang typo kali ini. RESIGN. Hamdalah. Akhirnya laku juga beliau. Hahahaha.  Continue reading “Selamat Jalan Environment Legendaris: Om Regy”