PROPER

indexApa itu proper?

Proper atau Program Penilaian Peringkat Kinerja dalam Pengelolaan Lingkungan, adalah penilaian kinerja pengelolaan lingkungan suatu perusahaan yang memerlukan indikator yang terukur.

Tujuan Proper?

Tujuan dari diadakannya Proper adalah untuk meningkatkan peran perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan sekaligus menimbulkan efek stimulan dalam pemenuhan peraturan lingkungan dan nilai tambah terhadap pemeliharaan sumber daya alam, konservasi energi, dan pengembangan masyarakat. Continue reading “PROPER”

Monokultur atau multikultur?

Beberapa hari yang lalu saya menahan senyum sinis. Gara-garanya ada salah satu atasan yang biasa saya sebut “orang paling pintar sedunia” sedikit berdebat dengan saya. Tentang pengembalian IPPKH bekas pertambangan. Katanya penanaman tidak boleh monokultur, harus multikultur. Memang tidak salah jika mengacu pada peraturan pemerintah. Tapi jika dilihat dari tujuan serta efektivitas rasanya lucu. Apalagi dengan dasar ilmu yang sama dengan saya. Katanya, penanaman tidak boleh hanya sengon melulu, tapi harus sekalian dengan jenis lokal. Mana yang salah? Mari saya tunjukkan.

Pertama, lahan bekas pertambangan adalah lahan yang sangat kritis. Apalagi jika pengelolaan tanah pucuk atau top soil yang acak-acakan. Bisa saja lahan yang sudah mine out ditata kembali tanpa ada pengembalian tanah pucuk yang notabene wajib ada untuk pertumbuhan tanaman revegetasi. Nah, kondisinya lahan yang saya hadapi di sini sama sekali tanpa tanah pucuk. Artinya hanya OB dan lumpur bekas perawatan kolam sedimen yang mengalasinya. Tanaman pun pasti akan setengah mati berjuang untuk tumbuh dan berkembang. Bisa hidup tapi pasti nanti akan stagnan.

Kedua, tujuan dari revegetasi lahan bekas tambang adalah memperbaiki struktur dan kondisi tanah. Mengembalikan kesuburan serta meminimalkan erosi dengan tutupan tajuknya. Makanya disarankan untuk menanam tanaman cepat tumbuh berjenis Legum untuk tanaman starter-nya.

Disini perbedaan terjadi. Kenapa harus sengon? Karena dia jenis yang cepat tumbuh dan berjenis legum. Hehe. Oke, sengon atau jenis tanaman legum lainnya memiliki keistimewaan yaitu memiliki bintil akar yang merupakan simbiosis antara akar tanaman dengan bakteri rhizobium yang bisa menambat N (nitrogen) dari udara. Hal itu bisa membantu tanaman untuk bisa tumbuh di lahan-lahan yang ekstrim. Sekaligus sebagai pembenah struktur tanah dengan adanya serasah dari daun-daunnya yang sudah gugur ketika tajuk antar pohon sudah mulai bersentuhan dan menutup. Serasah itulah yang nantinya akan menjadi bahan organik yang tersedia bagi tanaman itu sendiri. Yang nantinya akan terjadi siklus hara tertutup.

Terjadi kelucuan jika kita langsung menanam jenis buah-buahan atau malah jenis lambat tumbuh yang bertujuan agar revegetasi tidak monokultur. Memang jenis lokal menjadi yang utama. Tapi pertanyaannya, tumbuhkah dia dalam kondisi yang kritis dengan perawatan yang minim? Besar kemungkinan untuk menjawab Tidak. Jadi kalau di awal kegiatan revegetasi kita langsung menanam jenis lokal atau buah-buahan dengan tujuan untuk multikultur, bersiap-siaplah untuk menuai kegagalan.