browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Cerpen

Senja dan cerita yang mengawalinya.

Aku dan istriku, Senja, nampaknya memang benar-benar berbeda. Dalam segala hal, tak terkecuali dalam cinta. Beberapa kali kami saling meradang karena itu, dan selalu diakhiri dengan sesal bersama air mata sebelum tubuh kami saling menindih. Senja, seorang wanita yang terbiasa melakukan pekerjaan seperti umumnya, dan mejanya selalu rapi. Pikirannya tak pernah sempit kalau sudah berbicara … Continue reading »

Categories: Cerpen | Tags: , | Leave a comment

Wahyu: Satu sahabat masa kecil

1999-2000 Pagi itu ruang kelas yang ramai mendadak hening. Beberapa murid yang tengah asik bermain, kembali ke tempat duduk. Ada orang asing di antara kami. Ya, ada anak baru yang bergabung di kelas kami. Wahyu namanya. Sekilas, aku agak manyun. Karena dia bisa jadi pesaingku dalam hal kegantengan. Wajah dan perawakannya bersih. Bajunya rapih. Dan … Continue reading »

Categories: Cerpen | Tags: , , | Leave a comment

Matebon.

Pernah salah satu kawan saya, Matebon, membuat gemetar orang serumahnya. Betapa tidak, ia dengan blak-blakan meminta persetujuannya untuk menikah (lagi). Sontak, hal tersebut membuat tangis istrinya, yang sedang hamil muda, meledak. Tapi itulah kawan saya, bukan dia tidak waras lagi, dia sudah memastikan sebelumnya bahwa hari ini akan terjadi. Tangisan istri dan guratan kecewa orang … Continue reading »

Categories: Cerpen | Tags: , , | Leave a comment

Mala.

Ada sebaris senyum yang hingga saat ini masih terbayang dalam ingatanku. Senyum manja bersama rentetan senja yang tak juga berhasil ku cerna. Siapa lagi si empunya senyum itu, kalau bukan kau, Mala. Di sepanjang jalan menuju pulang, bersama kayuhan kecilmu, aku berakhir. Aku berakhir merindukanmu. Kau berhasil memalingkan anganku, dari sebuah senja yang kupuja. Senja … Continue reading »

Categories: Cerpen | Tags: , , | Leave a comment

Desember [cerpen]

Desember adalah bulan yang akan melekat padaku, mungkin selama ingatanku ada. Desember menjadi pemisah antara aku dan kamu. Dan dengan bisikanmu, yang tak sedikitpun menyiratkan air mata, aku melangkah menjauh. Lalu sebaris sofa gelap di ruangan itu nampak sunyi. Begitu sunyi. Biasanya dalam kondisi semacam itu, para lelaki meluapkan perasaannya lewat asap tembakau. Bagi mereka, … Continue reading »

Categories: Cerpen | Leave a comment