sepenggal cerita tentang sahabat terbaikku

terkadang aku berpikir, kapan lagi ya aku bisa kembali tertawa bersama teman-teman karibku. sudah hampir dua tahun ini aku berada jauh dari mereka. dua tahun juga aku tidak merasakan suka dan duka mereka. kini, semua seakan terpisah oleh jurang ruang. aku menempuh kuliahku di Bogor, sahabatku Alim memilih untuk meneruskan jenjang pendidikan di Solo, UNS, sahabatku Andrian kini sudah mendapat perguruan tinggi di Surabaya, berbasiskan elektro dan kesehatan, STIKES, dan sahabatku yang ke empat, Ketut malahan kini sudah menikah setelah bekerja di salah satu bengkel mobil ternama selama 2 tahunan. sebenarnya sudah sejak lama Ketut ingin segera menyunting wanita yang menjadi bidadari hatinya, Puput namanya. namun baru 15 Oktober 2009 kemarin dia bisa melamar gadis itu. terlintas kembali kenanganku saat bersama mereka. melepas tawa dan gembira di pinggir-pinggir jalan raya. tak jarang kami hanya menghabiskan waktu untuk sekedar berkumpul bercerita tentang masalah dan pengalaman masing-masing. hmmm, sungguh indah masa-masa itu.
awalnya aku tak pernah menyangka kalau kami akan menjadi sahabat sejati. berawal dari naluri untuk bermain musik di studio rombeng di daerah Purwoasri, yang sekarang terkenal dengan nama PB Studio. ya, dulu memang tempatnya seperti gudang tak teratur semua alat musiknya. mulai bermain dengan lagu sebisanya. toh jadinya juga lumayan. dari situlah kami mulai sering komunikasi dan berkumpul untuk mengungkapkan impian kami yang ingin terkenal dengan band yang kami bentuk. impian yang begitu indah menurutku.
petualangan kami berlanjut hingga kami mulai mengenal cinta. berawal dariku yang mungkin sudah terlalu berpengalaman terhadap cinta dan wanita. aku mulai mengenal seseorang yang kurasa anggun dan menawan. wanita berjilbab memang menjadi dambaanku sejak SMP. semuanya kuceritakan pada sahabat-sahabat terdekatku. hingga aku menyatakan cinta monyetku padanya. hubungan yang tak jauh beda dari hubungan seorang kakak dengan adiknya, kujalani dengan cukup lama. di situ banyak konflik dan masalah yang datang kepadaku. saat itu aku mencoba untuk mengatasi semua itu sendiri tanpa sahabat-sahabatku. mungkin masalah-masalah itulah yang membuatku lebih matang dalam urusan cinta dan wanita. hingga ketiga sahabatku juga menemukan wanita yang dirasa pas dalam hatinya.
Alim memilih C sebagai cinta pertamanya. dengan tekad cinta, perbedaan agama pun rela ditabraknya. baru pertama inilah Alim merasa suka kepada lawan jenisnya. tentu saja dengan perjuangan yang sangat berat dan sangat lama. memang itulah yang harus dilakukan untuk mendapatkan sesuatu yang berharga. masalah keluarga pun sampai diatasi oleh sahabatku ini. memang merasa bangga aku padanya. hingga hubungannya berstatus backstreet. walaupun cukup menggantung pikirku, tapi itu adalah buah dari semua perjuangannya dan semangatnya.
Andrian. dengan malu-malu mulai menyukai wanita yang bisa dikatakan maskot sejak kelas satu di sekolahku. iya, kelas 2A menjadi saksi bisu cintanya terhadap S. memang sahabatku ini adalah tipe orang yang pemalu dan tidak pede. selalu grogi bila akan menyatakan perasaan pada orang yang dia suka. dia harus belajar banyak dariku. namun setelah mendapat pelajaran-pelajaran penting dari ku dan sahabat yang lain, akhirnya dia mendapatkan S walaupun harus mengorbankan pertemanannya dengan mantan S.
Ketut bisa dibilang sahabatku yang paling bandel dan berani. berawal dari Study Tour sekolahku ke Jogja dia sudah mulai menunjukkan perhatian yang lebih pada I. hah, ilmuku sudah tak berguna untuknya. tak berapa lama pun malah si I yang mengejar-ngejar sahabatku ini. sungguh aneh.

hingga pada saat yang hampir bersamaan, saat mendekati kelulusan. hubunganku dengan @}- semakin merenggang akibat komunikasi yang tidak lancar. disusul dengan putusnya Alim dengan C karena jarak yang akhirnya memisahkan mereka. iya, C memutuskan untuk meneruskan studi ke kota Apel. Andrian juga harus menerima kenyataan pahit karena pengorbanan untuk mendapatkan S diganjar dengan perselingkuhan. agak aneh cerita dari Ketut, dia sengaja memutuskan hubungan dengan I tanpa alasan yang jelas. sungguh aneh sahabatku yang satu ini. akhirnya kami ber-4 kembali menikmati kehidupan bebas tanpa pikiran wanita.

*****

mungkin tak semua orang memiliki sahabat yang kumiliki saat ini. mungkin juga tak semua orang seberuntung aku yang mendapat sahabat terbaik seperti kalian. aku bangga denga apa yang ku miliki. terlebih memiliki sahabat yang saling mendukung saat salah satu lemah, sahabat yang selalu menasehati saat salah satu mulai menyimpang, sahabat yang selalu mengerti dan selalu ada di semua keadaan. aku ingin persahabatan ini tetap kita bawa hingga kita berkaki tiga. selalu mengenang saat-saat indah. melalui hari dengan senyuman.

tulisan ini mungkin hal pertama yang menjadi saksi persahabatan kita. tulisan ini akan menjadi awal dari sejarah-sejarah yang akan kami torehkan untuk neeri kami tercinta. hingga saat cucu kami membaca tulisan ini denga versi yang mungkin lebih canggih dari mozilla firefox atau google chrome. yah inilah penghargaan pertamaku untuk para sahabat-sahabatku.

By : Argha Aditya Cipta Nugraha
Special presented to : Alim Adi Tantomo, Andrian Fauzi Desmalasa, dan Feri Ketut Wijanarko & fam.

to be continued….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *