Lagu kenangan

kembali ingatanku terpanggil. ketika Alim mengingatkan aku tentang lagu pertama yang kami mainkan saat kami bermain musik.

BINTANG DI SURGA by Peterpan, menyisakan sejuta kenangan di hati kami.

kami biasa menyebutnya STAR IN HEAVEN. salah satu lagu yang akan termasuk menjadi saksi sejarah persahabatan kami. lagu yang bisa dibilang menceritakan diri kami sendiri. menceritakan diri kami yang belum pernah merasakan indahnya cinta. tersebut dalam larik yang berbunyi “Lelah tetapku mencari hati untukku membagi menemani langkahku walau tak berarti”. ketika kami telah menemukan seseorang yang kami anggap terbaik, ketika itu pula mereka meninggalkan kami dengan bekas yang sulit hilang di benak kami. kala itu kami ber 4 sama-sama kehilangan orang yang kami sayangi dalam satu minggu yang sama. tak akan terelakkan lagi, hati kami kala itu sungguh tak berbentuk. sedih, susah bercampur menjadi satu. namun dengan semangat kami yang tak pernah padam, kami tak membiarkan orang yang kami sayangi itu pergi begitu saja dengan luka di hati kami. di situ kami memanfaatkan even-even hari yang kami sendiri tak tahu dari mana sejarahnya. VALENTINE. kami memanfaatkan momen itu untuk kembali menarik hati orang-orang yang kami sayang. berbuah hasil memang walaupun tak semanis buah durian montong. tapi kami telah membuktikan bahwa kami berbeda dengan anak-anak lain, kami sangat menjunjung tinggi kesetiaan. itulah yang kurasa membuat kami berasa istimewa.

lagu inipun sempat kami bawa ketika ujian akhir mata pelajaran seni. walaupun dengan alat yang kurang menunjang, kami tetap dengan semangat memainkan lagu itu. sungguh berkesan bagiku walaupun sebenarnya kulihat Guru ku memalingkan telinganya karena bisingnya suara Drum yang dipukul Sugus ( Andrian ) dan suara sound sistem yang bisa dikatakan hampir meledak itu. memang peralatan yang sangat sederhana dan reyot menurutku. tapi biarlah. anak kami nanti pasti menyunggingkan senyumnya untuk cerita kami ini.

pernah kami ingin menyumbangkan lagu dalam acara pelepasan kala itu. namun karena hanya satu lagu yang kami kuasai dengan baik, kami mengurungkan niat kami untuk mengisi. iya, lagu itu tetaplah STAR IN HEAVEN. terasa tanggung memang jika kami berada di atas panggung hanya menyanyikan satu lagu. kami putuskan untuk hanya melihat penampilan teman-teman kami yang mengisi dengan berbagai acara. senang kala itu kami rasakan. semua wajah yang hadir tampak memberikan lukisan senyum yang memang mereka rasakan indahnya walaupun ada sebagian teman kami yang tidak lulus saat itu. namun hal itu tidaklah menjadi penghambat untuk mereka tersenyum.

lagu itu terus kami bawa setiap bermain musik. sungguh indah terdengar di telinga kami.

namun di balik liriknya yang menggambarkan kekecewaan, salah satu lirik lagu itu juga kami jadikan motivasi dalam hidup.
“Dan bila semua tercipta tanpa harus ku merasakan cinta yang tersisa, hampa hidup terasa”.
kami terdorong untuk mencari kembali sisa-sisa cinta dalam hati kami untuk terus mencari dan mencari kekasih yang bisa mengimbangi kesetiaan kami. itulah yang biasa kami sombongkan dalam hati kami. memang setia itu mahal harganya, ketika kesetiaan di balas dengan dusta dan air mata. sudah cukup bagi kami merasakan bekas-bekas luka yang sudah menancap di hati kami. kembali kami terbangkit dalah kesedihan, dan kembali menyongsong indahnya CINTA.

semoga lagu ini kembali bisa kita mainkan. dengan suasana kebersamaan yang sama, kebahagiaan yang sama, namun ku berharap dengan kondisi yang berbeda. kondisi yang pastinya lebih baik dari hari-hari kemarin. tak hanya dengan 4 orang dalam studio, bersama ibu dari anak-anak kami, bersama si kecil buah hati kami. aku akan menantikan saat-saat itu sahabat.

By : Argha Aditya Cipta Nugraha
Inspired by : Alim Adi Tantomo
Special presented to : Alim Adi Tantomo, Andrian Fauzi Desmalasa, dan Feri ketut Wijanarko & Fam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *