Dialog Meja Sebelah.

​”Semua berubah, Akbar. Tak terkecuali wanita. Zaman terus berjalan, manusia menua….”,

“Ya, aku sepakat dengan kata-katamu.”

“Sekarang mungkin kau sedang memujaku dan melupakan kekasihmu. Tapi masih ada esok, lusa, dan hari-hari yang tak berbatas.”

“Jadi kita berbicara tentang waktu? Belasan tahun aku meredam rindu dan amarah hanya untuk menemukanmu. Berapa banyak denting jam seperti memukul mukul kepalaku waktu aku ingat betapa kerapuhanku yang membuat keadaan ini….”

“Akbar, semua sudah berlalu. Waktu tak memiliki batas, tapi ia tak pernah mengijinkan manusia untuk kembali. Ikhlaskan saja hubungan ini. Toh kamu sudah memiliki kekasih yang menjadi pilihanmu.”

“15 tahun yang lalu, aku tak pernah bisa mengatakannya padamu. Dan selama itu juga aku mencarimu hingga ke ujung tiada. Sampai ke entah. Dan hari ini adalah satu kesempatan dari berjuta yang kunantikan”

“Aku mengerti apa yang kau rasakan Akbar. Lalu apa yang kini ingin kau lakukan? Meninggalkan kekasihmu? Kau pasti sudah tau tanggapanku. Aku juga seorang wanita, jadi jangan sekali-kali kau menyakiti wanita. Apalagi dia kekasihmu sendiri.”

“Kadang aku ingin sedikit saja egois. Aku ingin memilikimu sebentar saja. Tak perlu lama. 3 jam mungkin waktu yang terlampau lama untuk sekedar memandangimu.”

“Apakah kau yakin cukup dengan 3 jam?”

“Mungkin lebih, bahkan jika kau mampu menyebutkan sesuatu yang bisa lebih lama daripada waktu, itu semua tak cukup bagiku.”

“Jika aku mau, aku bisa saja mengambilmu Akbar. Aku bisa mengambilmu dari kekasihmu. Tapi aku tak akan melakukannya Akbar. Aku cukup memilikimu di masa laluku.”

“Apa yang bisa kau perbuat dari masa lalu?”

“…..”

“Kau hanya bisa bersibaku dengannya, sibuk dibuatnya tanpa kau bisa melangkah”

“Lalu apa yang kau mau tentang masa depan?”

“Aku tak ingin masa depan. Aku ingin malam ini tak pernah habis. Aku ingin hari ini terus berulang. Aku ingin menggenggam jemarimu sampai akhir. Sampai tanah mengambil kembali ragamu.”

“Akbar,…”

“Kemarilah, biar kucium bibirmu”

(Krassi – Wetar, November 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *