WETAR

Rasanya tak banyak catatan para traveller mengenai pulau ini. Saya pun baru pertama kali memperhatikan pulau ini saat interview kerja yang kebetulan berlokasi di pulau ini. Langsung saya buka google map dan menulis Wetar di kata pencarian. Layar bergerak cepat menuju timur dan berhenti tepat di sebelah utara Negara Timor Leste, yang dulu sempat menjadi bagian dari Indonesia.

 Nah, jadi saya mendapat kesempatan untuk menetap di pulau ini setelah sekira hampir 2 tahun saya menambatkan dompet di Tarakan, Kalimantan Utara. Setelah saya diterima sebagai karyawan di sebuah perusahaan yang beroperasi di pulau ini, saya terbang dari Surabaya menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dari sana saya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal selama kurang lebih 15 jam perjalanan mengarungi Laut Banda yang terkenal paling dalam di Indonesia. Konon di perairan inilah Hulk terakhir kali terdeteksi oleh radarnya Black Widow di film avenger. Hehe.
Perjalanan tak menjemukan, karena beberapa kali saya keluar menuju deck depan kapal untuk melihat pemandangan laut yang sudah lama saya tinggalkan. Dulu saya juga pernah menjajal melaut dari Ternate menuju Obi dalam rangka yang sama persis, kerja. Beberapa kali kumpulan lumba-lumba mengiringi perjalanan kapal menuju Wetar. Tak harus pergi ke Lovina, sekarang setiap 5 minggu sekali pemandangan lumba-lumba akan menjadi hal yang biasa saja. Sayangnya, di beberapa trip pertama, saya tidak membawa kamera. Jadi lumba-lumba nan menggemaskan lolos berkali-kali dari bidikan lensa.
Untuk mengobati kekosongan, setelah sembahyang subuh di kapal, saya menuju deck belakang sambil membawa seduhan kopi. Dari timur, mentari nampak malu-malu mengintip dari balik Timor Leste.

Sunrise pertama yang saya ambil dari Kapal. (Diambil dengan: Xiaomi Redmi Note 2)

Menurut beberapa info yang saya dapat dari kawan baru yang bertemu di kapal, mess kami di Wetar persis berhadapan dengan laut. Yang saya bayangkan adalah pasir putih nan luas tersaji di pesisir pantainya. Ini adalah salah satu yang menguatkan niat saya untuk mengambil tawaran kerja di pulau terpencil, selain karena rooster kerjanya yang pendek. Rasanya tak sabar hati untuk segera menginjakkan kaki di pulau ini.

Kapal yang mengantarkan kami ke Pulau Wetar

Saat jarum jam menunjukkan angka 10, rentetan pemukiman yang bentuknya seragam tertangkap oleh mata saya. Berarti perjalanan akan segera berakhir. Jam 10.30 kapal bersandar sempurna di pelabuhan Lerokis. Setelah resmi berseragam perusahaan, saya mulai diajak beradaptasi oleh teman satu divisi. Di sepanjang jalan saya berdecak kagum akan keindahan pulau ini. Pantai Banyu Anjlog di Malang yang belum sempat saya kunjungi, tergantikan oleh 2 lokasi pemantauan sungai di sini. Orang local menyebut Kali Wetuk dan Kali Besar (Fanua).

Sungai ini langsung bermuara ke laut. (Diambil dengan: Xiaomi Redmi Note 2, mode HDR)

Mulai saat itu saya bertekad segera membawa kamera untuk mengabadikan pulau nan indah ini. Tapi ada satu yang meleset dari dugaan saya, sepanjang pesisir pantai utara Pulau Wetar tidak dihiasi oleh pasir putih yang lembut, tapi batuan vulkanik yang tersebar luas.

Hamparan batuan yang menghiasi pantai utara Pulau Wetar. (Diambil dengan: Fujifilm FinePix XP-70)

Tak lama, kamera telah ada di genggaman. Dan biarlah foto yang bicara.

Sunrise dari depan Beach House. (Diambil dengan: Nikon D3100, FL 18mm, ISO 100, 20s)
Sunset dari lokasi depan Beach House. (Diambil dengan: Nikon D3100, FL 18mm, ISO 100, 25s)
Brica B-PRO alpha edition

Wetar tak kalah indah jika dibandingkan dengan jajaran kepulauan di Maluku dan Papua.

Panorama wetar dari ketinggian. (Diambil dengan: Nikon D3100, FL 18mm, ISO 200, 1/30)

2 thoughts on “WETAR”

  1. bang terima kasih catatannya.. sangat menambah wawasan saya yg akan berangkat kepulau wetar minggu depan..sabtu 21 okt 2017.. mungkin saya sekitar 2 minggu disana nanti untuk kegiatan survey.. rencana saya akan benar benar mengelilingi pulau wetar.. sejauh ini rencana kita sewa kapal.. klo boleh minta no contak teman disana yg bisa membantu saya, saya akan sangat berterima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *