browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Marketing XL

Posted by on 21/03/2019

Oh kasihan. Kawan sekamar saya sakit. Dan dia harus dilarikan ke rumah sakit. Dilarikan dalam arti yang sok kiasan, yang sebenarnya diantar pakai mobil. Betapa dia adalah orang kedua yang sekamar dengan saya, yang ternyata juga kena demam thypus. Dia KO setelah 3 bulan sekamar dengan saya. Korban pertama justru hanya bertahan 2 malam. Tumbang.

Kami datang sengaja tidak bawa buah tangan. Namanya orang sakit kan tidak boleh sembarang makan. Harus terjaga dan diawasi. Sakit itu penjara fisik yang sesungguhnya. Ini juga salah satu balasan karena dia tidak pernah ajak saya makan di luar. Sekarang dia harus makan di dalam. Kami pulang setelah selesai hajat kami menjenguk. Dan masuk ke agenda utama. Makan. Tersebutlah warung bakso yang menjelang tengah malam masih juga buka. Karena iba, kami mampir. Enggal juga sih, karena memang mau makan bakso.

Di sanalah terjadi. Di sebuah malam yang sejuk setelah hujan, tersebutlah empat orang berseragam kuning dan dua orang berseragam bebas. Satu orang berseragam bebas sengaja tidak makan. Yaitu saya.

“Mas, sinyal indosat lagi gangguan ya?” Si mas penjual bertanya. Lalu saya jawab. Bukan sok tau, tapi pengertian. Karena saya yang sedang tidak ngunyah.

“Enggak mas, saya pake Telkomsel”

oh Tuhan, kenapa Engkau biarkan aku tidak bisa menjawab pertanyaan dari mas penjual. Padahal rencananya dia sudah mau tutup. Warung baksonya.

“Oh saya kira mas dari Indosat”
Tuhan, biarkan aku bisa menolong orang malam ini.

“Bukan mas, kami dari XL, lagi survey sinyal”

“Oh XL ya mas, iya dulu saya pakai XL, tapi sekarang sudah enggak. Dulu sinyalnya jelek padahal banyak bonusnya.”

Lancarkan aku Tuhan.

“Iya mas makanya sekarang lagi program buat penguatan sinyal. Survey buat bikin tower.”

“Oh iya iya mas.”

Kami sudah selesai. Bayar. Lalu saya minta bungkus teh panas saya yang belum juga dingin. Sambil bisikin mbak penjual.

“Mbak pakai XL, murah banyak bonusnya. Ajak tetangga buat pakai XL ya.”

“Oh iya mas, besok saya coba beli kartunya.”

Wahai malam yang sunyi. Heningmu sungguh indah untuk diresapi. Terimakasih Tuhan, kau biarkan aku menolong orang malam ini.

Banyuwangi, 21 Maret 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *