Lakon “lah” dalam RASSA Produksi 20

 

Bebarengan dengan adanya kegiatan bulanan yang diadakan oleh sebuah komunitas seni di IPB, WTS (Wahana Telisik Seni dan Sastra), sekaligus mencoba senjata baru. Nikon D3100 yang merupakan hadiah dari orang tua di hari lahir saya tempo lalu. Setelah sebelumnya sempat menggunakan body ber-branded Canon dengan tipe Kiss X3 a.k.a 500D jebolan Jepang. Memang harus beradaptasi dengan sungguh-sungguh karena menurut sesepuh fotografi, pindah kamera mungkin sama halnya dengan pindah agama. Jadi memang benar-benar berbeda tapi dengan satu tujuan, berkreasi.

Rassa produksi 20 ini menampilkan sebuah lakon berjudul “LAH” yang dimainkan oleh Mas Dony P Herwanto. Nuansa remang memang menjadi tantangan tersendiri bagi saya, sebagai seorang pemula dalam bidang fotografi. Karena menurut saya di kondisi yang minim cahaya seorang fotografer harus bisa membuat foto tetap tajam dengan noise yang minim. Selain itu juga tidak dilupakan untuk membuat foto menarik mata (eye catching). Mungkin foto di atas merupakan hasil dari seorang pemula untuk memulai sesuatu.