Jasmin.

Jasmin masih saja bergelut dengan laut. Padahal pada usianya yang menjelang senja, harusnya dia bisa menikmati jerih payahnya selama ini. Mungkin karena Tuhan belum mempercayakan seorang putra padanya, hingga dia masih saja bekerja tak kenal usia. Mungkin karena itu pula, dulu, istri yang dikasihinya pergi. Pergi bersama lelaki lain, kawan sekolahnya dulu, dengan harapan lelaki itu bisa memberinya putra yang diinginkan. Sepeninggal istrinya, Jasmin tetap tersenyum. Dan, ia tak berniat untuk mencari wanita lain dengan tujuan yang sama dengan mantan istrinya, memperoleh keturunan. Continue reading “Jasmin.”