Marah

Saya adalah tipe orang yang berapi-api. Bisa tiba-tiba berubah mood dalam waktu sekejap. Pemarah adalah nama lain saya, dulu tapi. Sekarang masih suka marah, tapi dengan frekuensi yang jauh lebih sedikit. Saat SMA, istri saya (yang waktu itu masih belum punya hubungan istimewa sama saya) mengaku sempat benci dengan saya. Ya karena terkenal pemarah. Waktu kuliah juga sama, dia pernah bilang kalau kawan perempuan saya takut pinjam motor ke saya. Memang beberapa kali saya merasa sangat buruk. Emosi saya mudah sekali tersulut.

Merubah sifat memang jauh lebih susah daripada merubah status jomblo menjadi sold out. Butuh waktu yang sangat lama untuk bisa berhasil. Saya sendiri, butuh bertahun-tahun untuk mengurangi sifat pemarah saya. Caranya adalah melihat dengan sebanyak mungkin sudut pandang. Itupun masih juga sering kecolongan.

Continue reading “Marah”