Foto Stage UNESA

Rasanya sudah lama saya tak memberi makan blog saya ini. Sudah sekitar dua bulan saya kehilangan semangat, semangat untuk apapun. Semenjak di PHP beberapa perusahaan yang katanya mau memproses lamaran saya. Ternyata bukan cuma Pemimpin Negeri saja yang bisa PHP, perusahaan juga bisa. Hihihi.

Nah, di sela kebosanan saya itu ada event di Gedung Kesenian Cak Durasim di Surabaya. Kebetulan teman satu kost saya tampil di acara itu. Event ini di adakan komunitas D’tik Art Production, Komunitas Mahasiswa Sendratasik Unesa (Universitas Negeri Surabaya) – maaf kalo salah ya mas bro, intina mah kitu. Sebenarnya event itu digelar 4 hari, cuma saya hanya nonton 1 hari saja. HTM 20 ribu bisa menikmati 8 pertunjukan, yang terdiri dari 3 musik dan 5 tari. Jauh lebih merakyat dibanding teater Salihara. Hehehe.

Sebenarnya saat pertunjukan dilarang mengambil gambar. Mirip seperti di Salihara, ketika saya dengan semangat minjam lensa tele buat jepret saat pertunjukan dan ternyata dilarang motret. Tapi kali ini beda kondisi bro, di sini tidak seketat di Salihara. Karena saya datang terlambat, jadi di awal saya masuk gedung saya tidak tau ada larangan motret. Baru setelah break Magrib saya tau kalo memang dilarang motret dengan benda apapun. Tapi tetap saya hajar. Buktinya hasil potretan saya aman sampai sekarang.

Berbekal kamera nubi nikon D3100 sama lensa second hand nikkor AF-S 18-135mm saya siap berburu gambar. Kamera saya atur di mode burst, saya pilih picture control vivid biar gambar lebih dramatis, dan ISO saya atur pada 3200 walau noise mengganggu, kalau saya sih lebih memilih dapet gambar ajib walopun noise banyak daripada tak ber-noise dan tak-dapat gambar. Haha. Bidik – klek – klek – klek – klek. Suara shutter saya menandakan gambar mulai diproses di memory card.

Berikut hasil jerih payah saya malam itu.

 

3

33

29

26

23

20

17

15

13

 

Entah kenapa saya sangat suka dengan foto stage macam ini. Sebenarnya saya pengen motret artis ternama negeri ini. Tapi apa daya duit belum mendukung. Selama saya menggeluti dunia fotografi tingkat awam, saya selalu puas dengan hasil saya pas motret stage atau macro. Landscape banyak kecewanya, karena hasil saya masih jauh dari hasil kawan-kawan di fotografer.net atau teman-teman SIF (Sourabaya In Frame). Saya harus banyak belajar meluangkan waktu di jam-jam kritis untuk dapet foto landscape yang ajib.

Mungkin segini aja dulu tulisan saya kali ini. Biar gak kosong-kosong amat blog saya ini.